Kehilangan

Kopyahku malang, dimana kamu??

Kopyahku malang, dimana kamu??

Tanggal 22 Nopember 2008, aku kehilangan dua benda kesayanganku; flash disc butut dan kopyah putihku. Bukan harganya yang membuatku sedih, tapi kenangan yang telah kuukir bersama mereka. Flash disc bututku, cuma 245 MB, kuberi nama ayat al-Qur’an; An-Nisa’: 146 (“Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.”) dengan maksud agar aku ingat untuk selalu berbuat ikhlas; kubeli saat aku semester tujuh dengan uang hasil keringatku sendiri. Dia adalah saksi bisuku dalam menyelesaikan semua tugas kuliah, laporan PKL, sampai dengan skripsi. Yang berkali-kali sakit karena virus-virus nakal yang tak diundang, namun dia tetap bertahan dan setia hingga dua tahun tanpa masalah. Pelindung komponennya sudah pecah hingga harus kuberi selotip, namun dia tetap bisa kugunakan sebagaimana tugasnya. Tapi kini dia menghilang karena kecerobohanku.

Kopyah putihku, bahkan harganya tidak sampai lima ribu perak. Tapi dia adalah “helm”ku, yang menjadi wajib kupakai jika ingin keluar-masuk lingkungan tempatku tinggal. Kehilangan kopyah ini benar-benar di luar dugaanku, dua hari yang lalu kulihat dia teronggok tak berdaya di sudut kotakku (baca: lemari) dan tak pernah kukeluarkan, tapi sekarang dia telah raib entah kemana.

Kehilangan dua benda ini, terutama kopyahku, membuatku yakin bahwa sebenarnya apa yang biasa kita sebut “milikku” itu sebenarnya bukan milik kita, tapi milik Allah. Semua yang ada disekitar kita, termasuk diri kita sendiri, mudah bagi Allah jika ingin mengambilnya kembali. Kita tidak layak mencintai mereka secara berlebihan. Allah berfirman, “Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, maka Kami penuhi balasan pekerjaan-pekerjaannya di dunia dan mereka tidak akan dirugikan sedikitpun. Tetapi di akhirat tidak ada bagi mereka bagian selain neraka. Dan sia-sialah apa-apa yang mereka perbuat di dunia dan batallah apa-apa yang mereka amalkan.) (Al-Hud: 15-16).

Allah mempersilakan hamba-Nya untuk mencintai dunia dan bekerja keras untuk dunia, tapi di akhirat nanti mereka tidak akan mendapat apa-apa selain neraka. Berjuang mendapatkan dunia tidak dilarang, namun harus digunakan sebagai alat untuk mendekatkan diri dan meraih ridho Allah; bukan digunakan sebagai tujuan akhir kehidupan karena kehidupan sebenarnya tiada akhir, masih ada akhirat setelah dunia, masih ada hari pertanggungjawaban semua amal kita selama di dunia. Dakwah akan sulit berkembang jika tidak ditunjang oleh dana yang cukup, juga niat-niat baik lain akan lebih mudah terwujud apabila pendukungnya tersedia.

Yah, berarti aku memang harus merelakan flash disc dan kopyahku, karena Yang Punya telah mengambilnya kembali. Kuucapkan selamat tinggal buat flash disc dan kopyahku, jangan marah kalau nanti kucari pengganti kalian. Semoga Allah mempertemukan kita kembali nanti di surga, tunggu aku ya….. But, emang di surga ada komputer ya???? Terus kalau mau main game gimana…..??? (HALAH!!!!)

2 responses to “Kehilangan

  1. iya..terkadang kita sedih bila kehilangan sesuatu..terkadang kita lupa bhw dia bukanlah milik kita..wlpn khilangn itu sedih..dsb..insyaAllah itulah yg terbaik untuk kita..betul..betul…?

  2. Semua yg ada disekitar kita pada prinsipnya milik Allah, kita cuma minjam🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s